Kamis, 11 November 2010

Tahapan penatalaksanaan penderita Hemodinamika serta Pencegahan:

1. Penanganan darurat
• Tempatkan penderita dengan posisi kepala yang lebih rendah
• Berikan 100 ml normal saline secara bolus (dapat juga digunakan 10 ml NaCl 23%, 30 ml NaCl 7,5%, 50ml manitol 20% atau larutan albunmin).
• Kurangi kecepatan ultrafiltrasi sampai dengan nol.
• Jika tekanan darah belum mencapai normal, NaCl dapat terus diberikan.
• Pemberian Saline Hipertonik mungkin dapat meningkatkan rasa haus, mencegah terjadinya dry weight dan memperburuk overload cairan. Sedangkan albumin sangat mahal, sehingga jarang dipergunakan.
2. Evaluasi factor penyebab
Kasus hipotensi pada hemodialisis paling banyak disebabkan oleh kecepatan ultrafiltrasi yang berlebihan dan biasanya dapat cepat pula dikoreksi. Apabila tekanan darah tidak dapat segera terkoreksi dengan penggantian garam/saline, maka perlu dicari penyebab lainnya seperti penyebab yang berhubungan dengan penyakit jantung, pendarahan saluran cerna ataupun keadaan sepsis.
a. Apakah hipotensi merupakan manifestasi syok karena :
• Infakr miokard, artimia atau tamponade pericardial?
• Emboli pulmonalis?
• Sepsis?
• Pendarahan?
b. Apakah kecepatan pembuangan cairan selama dialysis terlalu cepat?
• Apakah terdapat penambahan berat baddan yang berlebihan (> 3kg)
• Apakah penentuan dry weight sudah tepat?
• Apakah kecepatan UF sudah benar?
• Apakah kadar natrium dialisat terlalu rendah?
c. Apakah ada gangguan kompensasi hemodinamik?
• Adakah penyakit jantung sebelumnya?
• Apakah pasien mendapatkan antihipertensi short acting atau beta bloker?
• Apakah pasien banyak makan sewaktu dialisis?
• Apakah pasien mengalami neuropati otonom?
Pada keadaan tertentu hipotensi sering berulang pada penderita yang sama, ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan hall tersebut antara lain karena :
• Dry weight (terlalu rendah ?)
• Penggunaan antihipertensi kerja singkat sebelum hemodialisis (dapat dicegah dengan memberikan obat setelah hemodialisis, namun ini tidak berlaku pada obat antihipertensi kerja panjang)
• Kecepatan ultrafiltrasi yang berlebihan
• Pertambahan berat badan yang berlebihan (peringatkan penderita utama tentang penggunaan garam, batas pertambahan berap badan 1kg/kari, perhatikan konsumsi cairan yang terselubung pada sayur sop)
• Natrium dialisat ( teteap dibawah kadar natrium plasma)
• Pergunakan bikarbonat jangan dialisat asetat
• Suhu dialisat yang rendah 34-36 0C (tetapi ddapat membuat sebagian penderita merasa kurang enak)
• Kadar hemoglobin yang rendah
• Mengkonsumsi makanan selama hemodialisis.
3. Jika semua tindakan tidak berhasil menaikan tekanan darah. Maka dapat diberikan obat-obatan yang mungkin dapat menolong yaitu :
• Carnitine 20mg/kg/ diberikan secara intravena
• Midodrine 2.5-30mg. 30 menit sebelum hemodialisis, meningkatkan resistensi vaskuler prifer, meningkatkan venous return dan cardiac output, dapat diberikan dosis kedua pada pertengahan hemodialisis.
• Sertraline 50-100 mg/hari diberikan peroral.

Pencegahan
Pencegahan terjadinya hipotensi adalah suatu yang pentinng untuk dilakukan, mencapai keadaan euvolemia pada hipotensi merupakan keadaan yang sulit, yang dapat menyebabkan overload cairan yang menetap dan hipertensi. Seperti diketahui penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab untama kematiian pada penyakit ginjal tahap akhir.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar