1. Waktu dialisis
Dialisis dilakukan lebih perlahan, dialisis yang lebih lama seringkali dapat mengatasi episode hipotensi pada hemodialis tetapi ini tidak disukai penderita, sehingga penderita memerlukan edukasi.
2. Pengurangan natrium bertahap
Ini dapat digunakan untuk meminimalisir symptom dari hipotensi dengan optimalisasi pengisian ulang vaskuler. Natrium dialisat di sel pada kadar tinggi (155 mmol/l), selama jam pertama atau kedua dan selanjutnya setiap tahap diturunkan sampai jam ketigga. Upaya ini berdasarkan penelitian dapat mengurangi kejadian hipotensi, tetapi sering menyebabkan rasa haus pada penderita dan dapat meningkatkan asupan cairan (kontra produktif) karena konsumsi garam. Mungkin ini bermanfaat pada beberapa penderita, tetapi harus dilakukan secara hati – hati.
3. Ultrafiltrasi secara bertahap dan dialisis isovolemik
Usaha ini dapat menolong penderita mencapai berat keringnya (dry weight) tanpa terjadi hipotensi tetapi cenderung kurang efektif dibandingkan dengan pengurangan natrium secara bertahap. Ultrafiltrasi mulanya dilakukan tanpa dialisis selama jam pertama atau kedua, pastikan hilangnya cairan terjadi saat urea plasma dan konsentrasi natrium paling tinggi dan biarkan pengisian cepat pada vaskuler. Dialisis selanjutnya dilakukan dengan ultrafiltrasi minimal dan cenderung untuk ditingkatkan pada dialisis selanjutnya.
4. Pengaturan suhu
Suhu penderita dijaga tetap 0.5 °C dibawah normal dengan mengurangi suhu dialisat. Ini penting untuk meningkatkan vasokonstriksi kutaneus, yang dapat menolong penderita memelihara tekanan darah selama dialisis, ini sangat efektif dalam mencegah hipotensi. Ghasemi et al., membuktikan ppenurunan suhu dialisat dari 370C menjadi 350C dapat menurunkan kejadian hipotensi selama hemodialisis.
5. Carnitine
Ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa definisiensi carnitine berperan pada kejadian hipotensi selama hemodialisis juga pada kelelahan otot. Kordiomiopati dan anemia. Pada beberapa penderita kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian terapi reguler carnitine intravena.
6. Pertimbangkan penggunaan monitor volume darah
7. Gunakan mesin dialisis dengan alat control ultrafiltrasi
8. Pertimbangkan pemberian agonis alfa adrenergic Midodrine sebelum tindakan dialisis.
9. Gunakan dialisat bikarbonat
10. Tingkatkan hematokrit diatas 33%
11. Jangan berikan makanan tau glukosa oral selama dialisis pada pasien yang sering mengalami hipotensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar