Hipotensi sebagai salah satu complicacy akut hemodialisis ditemukan pada 15-50 % dari hemodialisis dan dapat berulang atau tidak, bahkan dapat pula menetap. Kejadian hipotensi ini lebih sering terjadi pada penderita dengan massa tubuh yang kurang dan pada penderita dengan penyakit jantung. Hipotensi intradialisis merupakan bagian dari lingkaran setan dari siklus penatalaksanaan hipertensi dan overload cairan. Penyebab hipotensi bias Anya multifactor. Gejala yang timbul berupa mual, muntah, kram dan sering menguap.
Faktor etiologi hipotensi selama hemodialisis
Factor-factor penyebab hipotensi pada hemodialisis dibagi atas fakta yang terdapat pada penderita dan factor yang terjadi pada pelaksanaan hemodialisa itu sendiri. Selengkapnya pada table di bawah ini :
Daugirdas et.al, membagi penyebab hipotensi intradialisis atas 3 factor yaitu :
- Factor yang berhubuangan dengan panorama berlebihan volume darah;
a. Fluktuasi kecepatan ultrafiltrasi
b. Kecepatan ultrafiltrasi terlalu tinggi ( untuk mengatasi keelboat bb intradialitik
c. Target dry weight terlalu rendah
d. Natrium cairan dialisis terlalu rendah - Gangguan vasoconstriction
a. Cairan dialisis asetat
b. Cairan terlalu panas
c. Makan terlalu banyak ( vasodilatsi pembuluh darah di perut )
d. Iskemia jaringan ( adenosine, hematokrit rendah )
e. Neuropati otoanom ( diabetes )
f. Terapi antihipertensi - Faktor jantung
a. Disfungsi diastolic karena HVK, PJK
b. Kegagalan meningkatkan denyut jantung
- Terapi beta bloker
- Neuropati otonom uremia
- Ketuaan
c. Ketidak mampuan meningkatkan curah jantung karena berbagai alasan seperti kontraksi miokard jelek karena usia, hipertensi atherosclerosis. Kalsifikasi miokard, penyakit katup jantung amiloidosis, dll.
Selain berbagai factor yang disebutkan diatas, beberapa penyebab lain yang agak jarang terjadi adalah :
- Efusi perikaard atau tamponade jantung
- Reaksi terhadap membrane dialysis
- Peningkatan magnesium dialisate
- Pendarahan saluran cerna
- Diskoneksi dari jalur darah
- Infark Miokard
- Hemolisis
- Emboli udara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar